Berita

Zero waste academy dorong daerah susun rencana aksi pengurangan emisi metana dari sampah organik

Mendorong Daerah Susun Rencana Aksi Pengurangan Emisi Metana dari Sampah Organik

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) menyelenggarakan kegiatan Zero Waste Academy (ZWA): Rencana Aksi Pengurangan Metana dari Pengelolaan Sampah di Surabaya pada 19–21 Mei 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh enam anggota AZWI (YPBB, Gita Pertiwi, PPLH Bali, Ecoton, Dietplastik Indonesia, dan Nol Sampah) ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah organik yang rendah emisi, terdesentralisasi, dan berkelanjutan. Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, Bappeda/Bapperida, Dinas Lingkungan Hidup, serta organisasi masyarakat sipil dari berbagai wilayah di Indonesia.

Mengapa Emisi Metana dari Sampah Organik Berbahaya?

Selama ini, kebijakan penanganan sampah dan krisis iklim sering kali dipisahkan. Padahal, keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat:

  • Dampak 86 Kali Lebih Kuat: Gas metana ($CH_4$) yang dihasilkan dari tumpukan sampah organik di TPA memiliki potensi pemanasan global hingga 86 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida ($CO_2$) dalam jangka waktu 20 tahun.
  • Ancaman Praktik Open Dumping: Sistem “kumpul-angkut-buang” yang masih diterapkan di ratusan TPA di Indonesia memicu penumpukan sampah sisa makanan yang menjadi sumber utama emisi metana.
  • Krisis Susut dan Sisa Pangan (SSP): Berdasarkan riset Bappenas (2021), potensi SSP di Indonesia mencapai 154–185 kg/orang/tahun. Oleh karena itu, pengelolaan sampah organik juga mendesak untuk menjaga ketahanan pangan dan gizi nasional.

Studi Lapangan: Belajar dari Keberhasilan Surabaya

Untuk memberikan gambaran nyata, para peserta diajak mengunjungi dua lokasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Surabaya:

  1. Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan
  2. Kawasan Pondok Manggala (RW 5 Kelurahan Balasklumprik, Wiyung)

Melalui kunjungan ini, peserta mempelajari bahwa pengurangan emisi metana yang efektif harus dimulai dari hulu (sumber timbulan sampah) melalui pemilahan mandiri oleh warga, yang didukung oleh regulasi, anggaran, pendampingan, serta koordinasi lintas sektor yang kuat.

Tantangan Utama Pengelolaan Sampah di Daerah

ZWA mengidentifikasi beberapa hambatan mendasar yang masih dihadapi oleh pemerintah daerah di Indonesia:

  • Rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.
  • Keterbatasan pendanaan alokasi pengelolaan sampah.
  • Lemahnya koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
  • Dominasi pendekatan hilir (hanya fokus membuang sampah ke TPA).

Output ZWA: Mengintegrasikan Rencana Aksi ke Kebijakan Daerah

Direktur Eksekutif YPBB, David Sutasurya, menjelaskan bahwa sasaran utama dari pelatihan ini adalah mendorong daerah menyusun dokumen Rencana Aksi Pengurangan Metana dari Pengelolaan Sampah.

“Kita perlu membuat rencana aksi ini sebagai mesin transformasi untuk mengubah kondisi atau ide yang masih mentah menjadi sebuah aksi pemerintahan yang memiliki legitimasi hukum dan akuntabilitas,” ujar David.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan untuk:

  • Mengidentifikasi isu strategis persampahan di daerah masing-masing.
  • Menyusun skenario pengurangan sampah organik yang realistis dan terukur.
  • Mengintegrasikan rencana aksi tersebut ke dalam dokumen perencanaan resmi daerah, seperti RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah).

Apresiasi positif datang dari salah satu peserta, Andry Heru Santoso (Fungsional Perencana Muda Bapperida Kota Bandung), yang menyatakan bahwa kombinasi teori dan studi lapangan ini sangat relevan untuk diaplikasikan menjadi kolaborasi nyata dalam pengurangan gas metana di Kota Bandung.

Mendukung Target Iklim Nasional (Second NDC)

Langkah taktis di tingkat lokal ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat dalam Second Nationally Determined Contribution (NDC) untuk menurunkan emisi gas rumah kaca nasional. AZWI menegaskan bahwa transformasi pengelolaan sampah yang dimulai dari kota dan kabupaten secara terdesentralisasi akan terakumulasi menjadi solusi nyata bagi krisis iklim global.

sumber:

https://aliansizerowaste.id/2026/05/25/zero-waste-academy-dorong-daerah-susun-rencana-aksi-pengurangan-emisi-metana-dari-sampah-organik/

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO