KLHK Terus Antisipasi Kondisi Kualitas Udara di Jabodetabek

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sigit Reliantoro, menyatakan bahwa pemerintah terus mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi kondisi kualitas udara di Jabodetabek.
“Kita telah mengalami kondisi udara hampir kuning di Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir, termasuk di DKI Jakarta. Dua hari yang lalu, serta selama liburan panjang, hal ini menjadi tanda untuk mulai waspada terhadap kualitas udara di Jakarta,” kata Sigit saat ditemui media usai konferensi pers di Jakarta pada hari Kamis.
Sigit menjelaskan bahwa Satgas Pengendalian Pencemaran Udara telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi masalah polusi udara ini, termasuk mengidentifikasi sumber pencemaran udara dan melakukan pengawasan ketat. Selain itu, pemantauan kualitas udara di wilayah Jabodetabek terus dilakukan melalui 15 titik Air Quality Monitoring System (AQMS) untuk mengidentifikasi daerah dengan penurunan kualitas udara.
Selain pengawasan, pemerintah juga aktif mengkampanyekan konversi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik. Mengingat kendaraan berbahan bakar fosil merupakan salah satu sumber utama polusi udara di Jabodetabek.
“Kami juga bekerja sama dengan Kemenko Maritim dan Investasi serta Perekonomian untuk mengimplementasikan standar emisi Euro 4 guna mengurangi kadar sulfur pada kendaraan diesel dan bensin. Implementasinya tinggal menunggu waktu,” ujar Sigit.
Sebelumnya, kualitas udara di Jakarta dilaporkan menduduki posisi kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 177, yang masuk dalam kategori tidak sehat.
sumber :
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




