Praktik Baik

Ampas kopi dijadikan gelas keramik, bagaimana caranya?

Inovasi Daur Ulang: Mengubah Ampas Kopi Menjadi Gelas Keramik Food Grade

Seorang mahasiswi Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra Surabaya, Viola Tizita, berhasil mengembangkan inovasi unik dengan memanfaatkan limbah ampas kopi sebagai bahan baku utama pembuatan gelas dan mug keramik. Ide ini muncul dari pengamatannya terhadap gaya hidup generasi muda yang gemar minum kopi, yang secara tidak langsung menghasilkan limbah ampas kopi rata-rata 1,5 kilogram per kedai kopi setiap hari.

Proyek Viola, yang diberi merek Glofee, tidak hanya menawarkan solusi limbah tetapi juga mengangkat tema kepribadian MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) dengan nuansa nostalgia generasi 90-an.

Proses Pembuatan Gelas Keramik dari Ampas Kopi

Viola mengembangkan metode pengolahan yang memastikan produk akhirnya aman dan fungsional. Prosesnya melibatkan beberapa tahapan kunci:

TahapDeskripsi ProsesTujuan
1. Pengeringan AmpasAmpas kopi dikeringkan, baik dengan dijemur seharian atau menggunakan oven selama 1 jam pada suhu 220°C.Memastikan ampas bebas dari zat lain dan air.
2. Pencampuran & PembentukanAmpas kopi kering dicampur dengan tanah liat dalam perbandingan 30% ampas kopi : 70% tanah liat. Kemudian adonan dibentuk menjadi gelas atau mug.Mencapai komposisi ideal untuk material keramik.
3. Glasir (Coating)Gelas yang sudah dibentuk dicelupkan sebanyak tiga kali secara menyeluruh dalam cairan glasir keramik.Melapisi gelas agar food grade (aman untuk minuman) dan mencegah kontak langsung antara bahan baku dan tubuh manusia.
4. Pengeringan AkhirGelas yang telah diglasir dikeringkan selama tiga hari.Mempersiapkan gelas untuk proses pembakaran suhu tinggi.
5. Pembakaran Suhu TinggiGelas dibakar di tungku selama sembilan jam pada suhu tinggi, berkisar antara 900°C hingga 1.100°C.Membuat gelas terbentuk sempurna menjadi keramik dan tidak mudah pecah.
6. FinishingGelas keramik yang sudah matang disablon manual.Memberikan desain estetika sesuai tema produk.

Aspek Ekonomi dan Harapan Masa Depan

Viola Tizita mencatat bahwa pembuatan satu gelas/mug membutuhkan waktu sekitar tiga jam, dengan total waktu produksi untuk 20 gelas mencapai 14 hari (termasuk pembentukan, pemanasan, dan sablon).

  • Biaya Produksi: Total biaya untuk 20 gelas (termasuk bahan tanah liat dan jasa pembakaran) adalah Rp1.400.000, atau sekitar Rp70.000 per gelas (jika dihitung berdasarkan biaya total dibagi 20, bukan Rp34.000, yang mungkin merupakan biaya bahan baku saja).
  • Penjualan: Produk bermerek Glofee ini dijual secara daring seharga Rp90.000 per paket. Setiap paket berisi satu gelas, merchandise kartu MBTI, thank you card, sticker, dan informasi produk.

Viola berharap inovasi ini dapat bermanfaat luas dan berencana memperluas jajaran produknya ke depannya, mencakup asbak, piring, wadah bumbu dapur, dan perlengkapan meja lainnya, semuanya berbahan dasar ampas kopi.

Dosen pendamping, Vanessa Yusuf, menegaskan bahwa konsep inovatif ini aman digunakan, menarik secara visual, dan menjadi solusi efektif dalam mengelola limbah ampas kopi dengan pemanfaatan teknologi glasir food grade.

sumber:
https://mongabay.co.id/2023/09/03/ampas-kopi-dijadikan-gelas-keramik-bagaimana-caranya/

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO