Berita

Inovasi Tata Kelola Air dan Olahan Bambu di Desa Angseri

Desa Angseri, yang terletak di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata yang memukau, tetapi juga sebagai contoh sukses dalam tata kelola sumber daya alam dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Desa ini telah berhasil memanfaatkan kekayaan alamnya, khususnya air dan bambu, untuk meningkatkan kesejahteraan warganya dan meraih pengakuan di tingkat nasional.

Tata Kelola Air yang Efisien dan Berkelanjutan

Salah satu kekayaan utama Desa Angseri adalah sumber daya airnya yang melimpah. Di sekitar desa ini, terdapat beberapa titik mata air yang mengalirkan air bersih secara alami. Potensi ini dikelola dengan baik oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Angseri, yang bekerja sama dengan Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

BUMDes Angseri telah menjalankan Program Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat (Pamsimas), yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi seluruh warga desa secara berkelanjutan. Dalam program ini, BUMDes bertanggung jawab atas pembangunan bak penampungan air dan jaringan pipa induk yang mendistribusikan air ke seluruh rumah tangga di desa. Upaya ini telah memungkinkan warga desa menikmati air bersih dengan biaya yang sangat terjangkau, hanya sekitar Rp1.000 per hari untuk 10 kubik air.

Keberhasilan dalam tata kelola air ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari warga, tetapi juga telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Pada tahun 2023, Desa Angseri meraih penghargaan Nugraha Karya Desa BRILiaN, yang diberikan oleh BRI untuk desa dengan tata kelola terbaik. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa desa ini telah menerapkan manajemen sumber daya air yang efisien, transparan, dan berkelanjutan.

Keberhasilan ini juga berdampak pada peningkatan ekonomi warga desa. Ketersediaan air yang stabil memungkinkan para pelaku usaha, terutama di bidang kuliner, untuk berkembang lebih baik. Selain itu, BUMDes Angseri juga mendorong warga untuk beralih ke sistem pembayaran digital yang difasilitasi oleh BRI, sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan dan memodernisasi sistem pembayaran di desa.

Olahan Bambu sebagai Produk UMKM Unggulan

Selain tata kelola air, Desa Angseri juga dikenal dengan produk olahan bambunya yang menjadi andalan UMKM lokal. Bambu, yang tumbuh subur di wilayah ini, dimanfaatkan oleh warga desa untuk membuat berbagai kerajinan tangan, mulai dari keranjang belanja hingga wadah untuk sesajen yang digunakan dalam upacara adat.

Produk-produk olahan bambu ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dipasarkan ke luar daerah bahkan mancanegara. Kepala Desa Angseri, I Nyoman Warnata, menyebut bahwa pengembangan UMKM berbasis bambu menjadi prioritas karena mampu memberikan lapangan kerja bagi warga desa, sekaligus melestarikan keterampilan tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Untuk mendukung pengembangan UMKM ini, pemerintah desa aktif dalam merancang strategi dan tata kelola yang lebih baik, termasuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi negeri. Melalui kerja sama ini, desa berusaha untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan memperkenalkan inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan nilai tambah pada produk olahan bambu.

Dengan potensi dan kekayaan yang dimilikinya, Desa Angseri tidak hanya berhasil menciptakan kesejahteraan bagi warganya, tetapi juga menjadi contoh bagaimana sebuah desa dapat berkembang dengan mengandalkan sumber daya alam yang dikelola dengan baik. Tata kelola air dan produk olahan bambu yang unggul telah menjadikan Desa Angseri sebagai desa percontohan yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Indonesia.

Desa Angseri terus berinovasi dan berkolaborasi untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraihnya. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BRI melalui program Desa BRILiaN, desa ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, baik dalam hal ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

Sumber:
https://news.detik.com/berita/d-7519948/mengenal-tata-kelola-air-produk-olahan-bambu-di-desa-angseri-bali

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO