ITDP Indonesia ajak publik bergerak menuju mobilitas listrik yang inklusif, terjangkau, dan rendah emisi di MOV-E

Acara publik “MOV-E: Moving Cities the Electric Way” yang diselenggarakan oleh ITDP Indonesia pada 1 November 2025 menjadi panggung kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transisi mobilitas rendah emisi. Forum ini menekankan bahwa elektrifikasi bukan sekadar mengganti mesin, melainkan merombak sistem transportasi agar lebih inklusif dan berkelanjutan.
Berikut adalah poin-poin informatif dari rangkaian kegiatan tersebut:
1. Paradigma Baru: Lebih dari Sekadar Kendaraan Pribadi
Gonggomtua Sitanggang (Direktur Asia Tenggara ITDP) menegaskan bahwa elektrifikasi harus diposisikan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas transportasi publik, bukan sekadar mendorong kepemilikan kendaraan listrik pribadi.
- Fokus Utama: Penguatan layanan bus listrik sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.
- Energi Bersih: Inovasi Agrivoltaic (panel surya di lahan pertanian) dari ENVELOPS diperkenalkan sebagai solusi penyediaan energi bersih untuk mendukung mobilitas listrik hingga ke wilayah pedesaan.
2. Sesi “Dua Roda, Nol Emisi”: Tantangan Motor Listrik
Meskipun sepeda motor mendominasi jalanan di Indonesia, transisi ke listrik masih menghadapi jalan terjal:
- Data Kesenjangan: Sepeda motor mencakup 83,7% dari total kendaraan nasional, namun adopsi motor listrik masih di bawah 0,12%.
- Dominasi Emisi: Sektor transportasi jalan menyumbang 90% dari total emisi transportasi di Indonesia.
- Solusi Strategis: Subsidi pemerintah dianggap belum cukup; diperlukan penguatan industri, penciptaan skala ekonomi, serta pemanfaatan sepeda listrik sebagai penghubung (first-mile/last-mile) transportasi publik.
3. Sesi “Bus Naik Kelas”: Transformasi Transportasi Publik
Elektrifikasi bus dipandang sebagai cara paling efektif untuk menekan polusi udara secara masif sekaligus menghemat biaya operasional jangka panjang.
| Aspek | Tantangan & Rekomendasi |
| Operasional | Perlunya perencanaan jalur yang lebih matang dan strategis agar operasional efisien. |
| Infrastruktur | Kesiapan daya listrik dan fasilitas pengisian daya di depo bus masih menjadi kendala utama. |
| Inklusivitas | ITDP mendorong desain bus listrik yang lebih aksesibel bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas. |
| Edukasi | Melibatkan content creator untuk meningkatkan penerimaan publik terhadap perubahan sistem transportasi. |
4. Sinergi Multisektor
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa kunci keberhasilan ekosistem ini adalah kolaborasi “Pentahelix”:
- Pemerintah: Regulasi dan dukungan kebijakan.
- Akademisi: Riset dan pengembangan teknologi (seperti studi APV di IPB).
- Pelaku Usaha: Investasi infrastruktur dan penyediaan unit.
- Masyarakat & Kreator: Adopsi perilaku dan penyebaran informasi positif.
MOV-E menyimpulkan bahwa transisi mobilitas listrik harus berjalan beriringan dengan perbaikan tata kota. Elektrifikasi adalah “pintu masuk” untuk menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya bebas emisi, tetapi juga lebih manusiawi dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




