Berita

ITDP Indonesia menekankan pentingnya kebijakan transportasi yang terintegrasi dan inklusif di Jakarta future festival 2026

Menggagas Masa Depan Mobilitas: Kontribusi Strategis ITDP Indonesia di Jakarta Future Festival 2026

Pemerintah DKI Jakarta menggelar Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Festival tahunan yang diinisiasi oleh Bappeda DKI Jakarta ini menjadi ruang temu multi-stakeholder untuk merencanakan arah pembangunan Jakarta sebagai kota global.

Dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, JFF 2026 menyajikan dinamika ruang publik yang masif:

  • 52 Sesi Diskusi: Terdiri dari 45 Urban Talks dan 7 Jakarta Forecast.

  • 250 Pembicara: Termasuk 10 pakar berskala internasional.

  • Partisipasi UMKM: Menghadirkan booth F&B yang dikurasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dan DPPKUKM DKI Jakarta.

ITDP Indonesia turut mengambil peran aktif sebagai pembicara dan penanggap dalam serangkaian sesi penting untuk mendorong sistem transportasi yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.

1. Menakar ERP dan Keseimbangan Strategi Push & Pull

Pada sesi Urban Talks (6 Juni 2026), Southeast Asia Director ITDP, Gonggomtua Sitanggang, menyoroti paradoks transportasi Jakarta saat ini:

Fakta Mobilitas Jakarta:

Meskipun 78% wilayah Jakarta telah terkoneksi oleh jaringan transportasi publik massal, faktanya 80% perjalanan warga masih bergantung pada kendaraan pribadi.

Untuk memecah kemacetan ini, ITDP mendorong penerapan strategi ASI (Avoid-Shift-Improve) melalui kombinasi kebijakan Push and Pull (Dorong & Tarik) yang berkaca pada kesuksesan kota London:

Strategi Pull (Menarik Warga) Strategi Push (Membatasi Kendaraan Pribadi)

• Investasi masif pada transportasi publik.


• Penambahan rute & armada rendah emisi.


• Pembangunan hunian berbasis Transit-Oriented Development (TOD).

Electronic Road Pricing (ERP) / Jalan Berbayar Elektronik.


Congestion Charging (Tarif Kemacetan).


Ultra Low Emission Zone (ULEZ).


• Manajemen parkir yang ketat.

3 Poin Kunci Penerapan ERP dari ITDP:

  1. Bukan Sumber Pendapatan: Seluruh dana yang dipungut dari ERP wajib dialokasikan kembali (earmarked) khusus untuk perbaikan infrastruktur mobilitas berkelanjutan.

  2. Kesiapan Alternatif: ERP baru bisa diimplementasikan secara adil jika masyarakat sudah memiliki alternatif transportasi publik yang memadai, terjangkau, dan mudah diakses.

  3. Dampak Sistemik: Kombinasi push & pull yang seimbang terbukti di berbagai kota dunia (Stockholm, New York, Singapura) mampu menurunkan emisi, mengurangi polusi udara, serta menekan angka kecelakaan.

2. Sensing Mobility: Urgensi Integrasi Layanan Feeder

Pada 7 Juni 2026, Senior Urban Planning Associate ITDP, Carlos Nemesis, menjadi penanggap dalam workshop “Sensing Mobility” yang digelar oleh Rujak Center for Urban Studies (RCUS) dan Knods Playground.

Dalam eksperimen ini, peserta menguji tiga skenario moda transportasi dari Terowongan Kendal menuju TIM:

  • Kelompok 1 (KRL): Mengalami hambatan/kepadatan di Stasiun Transit Manggarai.

  • Kelompok 2 (Transjakarta): Terhambat akses pejalan kaki karena harus berjalan beberapa ratus meter dari halte menuju lokasi.

  • Kelompok 3 (Mixed Mode – Transjakarta + Jaklingko): Menjadi kelompok yang paling cepat sampai di lokasi.

Kesimpulan Utama: Eksperimen ini menegaskan pentingnya penguatan armada feeder (pemberan) yang terintegrasi penuh untuk memangkas waktu perjalanan first-mile dan last-mile warga.

3. Elektrifikasi dan Transisi Energi Berkeadilan (Just Transition)

Sesi terakhir JFF dihadiri oleh Deputy Director ITDP Indonesia, Deliani Poetriayu Siregar, yang membedah peluang “Pekerjaan Hijau (Green Jobs)” di era elektrifikasi. Sesi ini menyoroti bagaimana transisi energi dapat mendorong kesetaraan gender dan inklusivitas:

  • Aksesibilitas Kendaraan Listrik (EV): Berdasarkan temuan riset ITDP (2024), sepeda motor listrik memiliki desain rangka yang lebih ringkas dan harga kompetitif. Karakteristik ini membuat EV lebih ramah dan mudah digunakan oleh perempuan serta kelompok disabilitas sebagai pengemudi ojek daring.

  • Pemberdayaan Perempuan di Sektor Makro: ITDP mencontohkan langkah nyata melalui program “Women Empowerment”. Program pelatihan mengemudi khusus perempuan ini merupakan kolaborasi bersama PT Transportasi Jakarta, UNEP, dan BMZ Germany. Para lulusan langsung diserap menjadi pengemudi armada bus listrik Transjakarta yang baru.

Melalui seluruh rangkaian di JFF 2026, ITDP menegaskan bahwa masa depan Jakarta sebagai kota global bergantung pada keberanian regulator untuk mengintegrasikan aspek teknis transportasi dengan nilai-nilai inklusivitas sosial.

sumber:

https://itdp-indonesia.org/2026/06/itdp-indonesia-menekankan-kebijakan-transportasi-yang-terintegrasi-dan-inklusif-di-jakarta-future-festival-2026/

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO