Berita

Kapasitas sampah uji coba RDF Rorotan dikurangi

Kapasitas Uji Coba RDF Rorotan DKI Jakarta Dikurangi Sementara: Kembali ke 1.000 Ton

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memastikan bahwa uji coba fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif (Refuse Derived Fuel – RDF) di Rorotan tidak dihentikan, melainkan kapasitas pengolahannya dikurangi untuk sementara waktu guna menstabilkan operasional.

Penyesuaian Kapasitas dan Alasannya

  • Kapasitas Terbaru: Kapasitas pengolahan sampah saat ini dibatasi hingga 1.000 ton per hari.
  • Kapasitas Sebelumnya: Fasilitas RDF Rorotan sempat beroperasi dengan kapasitas yang jauh lebih tinggi, mencapai 2.000 hingga 2.500 ton sampah per hari.
  • Masalah yang Timbul: Peningkatan kapasitas tersebut justru menimbulkan sejumlah masalah, di antaranya:
    • Sampah yang terkena hujan mengganggu proses pengolahan.
    • Truk pengangkut yang lama mengantre dan meneteskan air lindi (leachate).
    • Timbulnya bau tak sedap yang tercium hingga kawasan permukiman warga.

Akar Masalah

Gubernur Pramono menekankan bahwa masalah utama bukan terletak pada fasilitas RDF Rorotan itu sendiri, melainkan pada sistem pengangkutan dan kondisi sampah yang dikirim ke lokasi.

Solusi dan Target Stabilitas

  • Langkah Pemerintah: Kapasitas diturunkan kembali menjadi 1.000 ton per hari agar proses berjalan stabil dan kendala bau dapat diatasi.
  • Kondisi Ideal: Kapasitas 1.000 ton terbukti lebih stabil. Masyarakat setempat pun diajak melihat langsung bahwa cerobong asap (emisi) bersih dan tertata dengan baik.
  • Kualitas Sampah: Sampah yang ideal untuk proses RDF disarankan berumur 2 sampai 5 hari.

Penegasan: Meskipun ada penyesuaian kapasitas, uji coba fasilitas RDF Rorotan dipastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

sumber:

https://megapolitan.antaranews.com/berita/460713/kapasitas-sampah-uji-coba-rdf-rorotan-dikurangi

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO