Berita

Laut Keruh Diduga Tercemar Tambang Nikel, Nelayan dan Petani Subaim Haltim Resah

Para nelayan di pesisir Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, mengeluhkan kondisi perairan yang belakangan berubah keruh dan berlumpur. Perubahan ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pertambangan nikel yang berlangsung di wilayah sekitar.

Secara kasat mata, garis pantai yang seharusnya berpasir kini berubah menjadi genangan lumpur. Kondisi tersebut membuat nelayan kesulitan mencari ikan, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan sumber daya laut yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat pesisir.

Keluhan serupa juga datang dari sektor pertanian. Rohadi, Ketua Kelompok Tani Tirnonadi, menyebut sedikitnya 18 hektare lahan pertanian terdampak lumpur yang diduga berasal dari aktivitas tambang.

Akibatnya, produktivitas pertanian menurun drastis. Jika sebelumnya hasil panen dapat mencapai 5–6 ton per hektare, kini hanya sekitar 1 ton per hektare. Bahkan, sebagian lahan dilaporkan sudah tidak bisa ditanami sama sekali.

“Sebagian lahan sekarang tidak bisa diolah lagi karena tertutup lumpur,” ujar Rohadi.

Direktur Program Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Maluku Utara, Astuty Kilwow, menilai persoalan ini menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aktivitas pertambangan.

Menurutnya, pemerintah terlalu serampangan dalam menerbitkan izin tambang, padahal dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas tambang di Halmahera Timur sudah berulang kali terjadi.

“Ini menunjukkan pemerintah tidak pernah serius menangani dampak tambang, padahal dampaknya sangat besar bagi warga,” kata Astuty.

Sementara itu, akademisi Universitas Khairun (Unkhair), Muhammad Aris, menegaskan bahwa sedimentasi lumpur yang terjadi di Subaim dan sekitarnya merupakan indikasi kerusakan ekologis yang serius.

Ia menjelaskan, peningkatan sedimentasi berkorelasi langsung dengan pembukaan lahan tambang yang masif, serta erosi di wilayah hulu, khususnya di Kecamatan Wasile Selatan.

“Peningkatan sedimentasi ini sejalan dengan laju pembukaan lahan tambang dan erosi yang terjadi di wilayah hulu,” ujar Aris.

Masyarakat kini mendesak pemerintah melakukan investigasi dan tindakan tegas untuk menghentikan pencemaran serta memulihkan lingkungan yang terdampak, karena laut dan lahan pertanian merupakan sumber utama penghidupan warga setempat.

https://www.instagram.com/p/DT4bGKSkfyh/?igsh=MWxiN3h1Y2tuMWo1bA%3D%3D

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO