Berita

Prabowo instruksikan Menteri Bahlil percepat transisi lpg ke cng

Strategi Ketahanan Energi Nasional: Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Transisi LPG ke CNG

Menanggapi ketidakpastian geopolitik global yang kian dinamis, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk melakukan langkah radikal dalam diversifikasi energi nasional. Fokus utama dari instruksi ini adalah mempercepat peralihan konsumsi energi masyarakat dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).

Arahan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Presiden dalam Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (11/6) malam.

Mengapa Pemerintah Mempercepat Transisi ke CNG?

Langkah migrasi dari LPG ke CNG bukan sekadar urusan ganti bahan bakar, melainkan strategi besar untuk menyelamatkan APBN dan memperkuat kedaulatan energi. Berikut adalah peta perbedaan mendasar kedua komoditas tersebut:

  • LPG (Liquefied Petroleum Gas): Komponen utamanya adalah propana dan butana. Masalah terbesar Indonesia saat ini adalah ketergantungan impor. Hampir 70-80% pasokan LPG nasional berasal dari luar negeri, sehingga beban subsidi APBN sangat rentan terhadap gejolak harga minyak mentah dunia dan pelemahan kurs Rupiah.
  • CNG (Compressed Natural Gas): Merupakan gas alam (metana) murni yang dikompresi. Keunggulan utamanya adalah sumber daya domestik. Indonesia memiliki cadangan gas alam yang sangat melimpah, sehingga pemanfaatan CNG akan menekan angka impor, menghemat devisa negara, dan jauh lebih ramah lingkungan.

“Bapak Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif. Yang sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG ke CNG,” ujar Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/6).

Jaminan Domestik: Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Stabil

Di tengah proses transisi dan fluktuasi pasar energi global, Menteri ESDM menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan perlindungan daya beli masyarakat ekonomi lemah.

Pemerintah menjamin tidak ada kenaikan harga untuk BBM Bersubsidi (Pertalite dan Solar) serta LPG 3 Kg (Melon) dalam waktu dekat.

Kategori EnergiKebijakan Harga Saat Ini
BBM & LPG BersubsidiTetap / Tidak Ada Kenaikan (Dihandle oleh Anggaran Subsidi Negara)
BBM & LPG Non-SubsidiFluktuatif (Harganya menyesuaikan mekanisme pasar global secara berkala)

Saat ini, Kementerian ESDM bersama instansi terkait sedang melakukan pemodelan (exercise) agar skema penyaluran subsidi ke depan menjadi lebih tertarget dan tepat sasaran (by name by address).

Evaluasi Sektor Kelistrikan: Stok Batu Bara Aman, Kendala Hanya Teknis

Rapat Terbatas tersebut juga membahas isu ketahanan listrik nasional di bawah PT PLN (Persero). Menteri Bahlil secara tegas menepis rumor yang beredar mengenai kelangkaan pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Bahlil menjelaskan bahwa pasokan batu bara nasional berada di zona aman berkat kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang berjalan optimal. “Kalau dikatakan masalah batu bara langka itu tidak benar, karena penugasan (pasokan domestik) kita sudah mencapai 170 juta ton,” terangnya.

Mengenai insiden pemadaman listrik (blackout) yang sempat terjadi di beberapa wilayah di Indonesia baru-baru ini, pemerintah mengonfirmasi bahwa hal tersebut murni disebabkan oleh gangguan teknis pada mesin pembangkit, bukan karena kekurangan bahan baku. Pemerintah telah memerintahkan PLN untuk segera merampungkan perbaikan guna menjamin stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor industri.

sumber:
https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/899999/prabowo-instruksikan-menteri-bahlil-percepat-transisi-lpg-ke-cng

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO