Dokumen

REFUSE-DERIVED FUEL DI INDONESIA

Sejak tahun 1990-an, produksi bahan bakar alternatif menjadi pilihan populer pada sektor pengelolaan sampah di berbagai negara. Solid Recovered Fuels (SRF) menjadi intervensi pelengkap yang seringkali dipilih untuk mengolah jalur sampah sebelum diteruskan ke lokasi-lokasi pengolahan sementara atau pembuangan di TPA. Proses pengolahan yang menghasilkan bahan bakar turunan limbah secara umum telah diterapkan di banyak negara.

SRF merupakan bagian dari kelompok besar dari Refuse-Derived Fuels (RDF), yang diproduksi dari limbah bukan-Bahan Berbahaya dan Beracun (non-B3). SRF memiliki karakteristik lebih detail dibandingkan dengan RDF yang lebih umum. SRF merupakan bahan bakar alternatif yang harus mencapai ketentuan lebih khas (seperti klasifikasi dan spesifikasi khusus) yang ditentukan pada standar nasional atau internasional tertentu.

Proses pengolahan RDF seringkali menggunakan proses pengolahan mekanis (mechanical treatment/MT) atau biologis-mekanis (mechanical biological treatment/MBT). Penting untuk digarisbawahi bahwa SRF yang dipasarkan tidak pernah berupa satu jenis bahan bakar yang seragam, tetapi bahan bakar alternatif campuran yang sifat materialnya kemungkinan berbeda satu sama lain.

India and China merupakan contoh negara yang harus mengolah sejumlah sampah dalam jumlah besar, yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan energi domestiknya. Mereka membangun pengolahan awal sebelum akhirnya masuk ke dalam fasilitas pengolahan menjadi SRF. Karena alasan pemenuhan energi dalam negeri, kedua negara besar ini harus secara konsisten mengimpor SRF/RDF dari negara-negara tetangga yang memproduksinya.

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO