KLH Dorong Pengurangan Sampah untuk Tekan Biaya Penanganan

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengingatkan bahwa penanganan sampah memerlukan biaya besar, sementara upaya pengurangan timbulan sampah justru lebih efisien dan berkelanjutan. “Begitu suatu barang menjadi sampah, ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mengelolanya,” ujar Agus Puyi, Penyuluh Lingkungan Direktorat Penanganan Sampah KLH, dalam diskusi daring, Selasa (11/6).
Timbulan Sampah: Beban Kota Besar
Setiap hari, kota-kota besar seperti Jakarta menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah. Jika tidak dikelola dengan baik, akumulasi sampah ini akan membebani Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang sudah melebihi kapasitas. Bahkan, beberapa TPA mengalami kebocoran, mencemari lingkungan sekitar.
Anggaran Pengelolaan Sampah Masih Minim
Menurut UU No. 18 Tahun 2008, pengelolaan sampah adalah tanggung jawab pemerintah daerah (pemda). Namun, rata-rata pemda hanya mengalokasikan 0,6% APBD untuk penanganan sampah, jauh di bawah rekomendasi minimal 3% untuk pengelolaan optimal.
Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah
KLH telah mengeluarkan Surat Edaran No. 02 Tahun 2024 tentang Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah, yang mendorong:
✔ Pencegahan timbulan sampah
✔ Pemilahan sampah dari sumbernya
✔ Penggunaan ulang dan daur ulang
✔ Ekonomi sirkular melalui Extended Producer Responsibility (EPR), di mana produsen bertanggung jawab mengambil kembali kemasan produk untuk didaur ulang.
Sampah Terbesar: Sisa Makanan & Plastik
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLH 2024:
- 39,41% sampah di Indonesia adalah sisa makanan
- 19,55% berupa plastik
“Produsen harus bertanggung jawab atas kemasan sekali pakai. Jika tidak, mereka harus menanggung biaya pengelolaannya,” tegas Agus.
Ayo Kurangi Sampah dari Sumbernya!
Daripada membiarkan sampah menumpuk dan membebani TPA, lebih baik mengurangi produksinya sejak awal. Mulailah dengan:
- Membawa tas belanja reusable
- Menggunakan wadah makanan/minuman sendiri
- Memilah sampah organik & anorganik
Dengan langkah sederhana ini, kita bisa mengurangi beban lingkungan sekaligus menghemat anggaran pengelolaan sampah.
Sumber: Antara News
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




