Artikel

Menuju bangunan gedung berkelanjutan

Salah satu upaya penghematan energi dapat dilakukan melalui implementasi teknologi
bangunan gedung hijau (BGH), yang diklaim dapat mengurangi konsumsi energi hingga 80% apabila diterapkan pada bangunan lama dan baru. Beberapa negara maju sudah mengawali teknologi system penilaian bangunan hijau, diantaranya adalah LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) dari Amerika Serikat/Kanada, CASBEE (Comprehensive Assessment System for Built Environment Efficiency) dari Jepang, BREEAM (Building Research Establishment Environmental Assessment Method) dari Inggris, Green Star dari Australia, dan lain sebagainya. Bangunan gedung hijau banyak didiskusikan dan diperdebatkan akhir-akhir ini, baik di dunia dan Indonesia. Beberapa melihat isu bangunan gedung hijau lebih dominan pada aspek bisnis dan ekonomi (pasar) daripada aspek teknis, beberapa mendiskusikan aspek teknis penilaian bangunan gedung hijau. Misalnya, meskipun sistem penilaian bangunan gedung hijau oleh LEED diprediksi dapat menurunkan konsumsi energi sekitar 18–39% bila dibandingkan bangunan gedung non-hijau, terdapat bukti lain bahwa bangunan gedung yang bersertifikasi LEED ternyata tidak menunjukkan kemampuan penghematan energi yang lebih baik bila dibandingkan dengan yang tidak. Kritik muncul ketika parameter LEED digunakan untuk
semua jenis bangunan tanpa melihat apakah bangunan tersebut termasuk bangunan kompleks
atau bangunan sederhana. Tingkat kenyamanan dan kepuasan penghuni bangunan gedung hijau juga tidak lepas dari kritik. Penghuni bangunan gedung hijau di daerah subtropis misalnya, merasa puas pada aspek desain, kebutuhan dan produktifitas tapi kurang puas pada aspek kesehatan, serta merasa nyaman pada lebih musim panas ketimbang pada musim dingin. Bahkan, sebuah studi menyatakan bahwa tidak ada bukti yang menyatakan bahwa bangunan gedung hijau lebih nyaman daripada bangunan gedung non-hijau. Terlepas dari perdebatan yang ada, sistem penilaian yang lebih komprehensif perlu terus dikembangkan dan disempurnakan. Pengembangan sistem penilaian bangunan gedung hijau tetap perlu mengacu kepada kriteria, indikator dan parameter serta penilaian yang sudah ada, dengan tetap mempertimbangkan konteks dan aspek lokalitas serta karakteristik wilayah penerapan penilaian bangunan gedung hijau.

source :

https://drive.google.com/file/d/1BatLRBk7L9cjQLNPikodgPBNGIRI0dRm/view?usp=drive_link

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO