Barcelona Ubah Jalan Kota Menjadi Ruang Hijau yang Lebih Sejuk dan Ramah Pejalan Kaki

Selama puluhan tahun, jalan kota terutama dirancang untuk satu tujuan: memindahkan kendaraan secepat dan seefisien mungkin.
Namun Barcelona menunjukkan bahwa jalan dapat memiliki fungsi yang jauh lebih besar.
Melalui pendekatan Green Axes dan Superblock, sebagian kawasan Eixample ditata ulang untuk memberikan lebih banyak ruang bagi pejalan kaki, pepohonan, vegetasi, serta sistem drainase yang lebih ramah lingkungan.
Hasilnya tidak hanya mengubah tampilan jalan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana infrastruktur perkotaan dapat membantu mengurangi panas, mengelola air hujan, dan menciptakan ruang publik yang lebih sehat.
Dari Jalan Kendaraan Menjadi Ruang Kehidupan
Konsep Superblock atau superilles mengubah cara kota memanfaatkan ruang jalan.
Alih-alih menjadikan seluruh jalan sebagai koridor kendaraan, lalu lintas dialihkan dan dibatasi sehingga sebagian ruang dapat diberikan kembali kepada masyarakat.
Trotoar diperluas.
Pohon ditanam.
Ruang duduk ditambahkan.
Permukaan keras dikurangi.
Pada saat yang sama, berjalan kaki dan bersepeda menjadi lebih nyaman.
Pendekatan ini mengubah jalan dari sekadar infrastruktur transportasi menjadi bagian dari ruang publik.
58.000 Meter Persegi Ruang Pejalan Kaki Baru
Transformasi di sebagian kawasan Eixample disebut menghasilkan sekitar 58.000 meter persegi tambahan ruang untuk pejalan kaki.
Angka tersebut memperlihatkan betapa besar ruang perkotaan yang sebelumnya dialokasikan untuk kendaraan.
Ketika sebagian ruang tersebut dialihkan kepada masyarakat, jalan dapat menjadi tempat untuk berjalan, bertemu, beraktivitas, atau sekadar beristirahat.
Perubahan seperti ini juga dapat mendorong masyarakat memilih berjalan kaki untuk perjalanan jarak pendek.
Ruang Hijau Bertambah 11.000 Meter Persegi
Selain ruang pejalan kaki, proyek ini menambahkan sekitar 11.000 meter persegi ruang hijau perkotaan.
Vegetasi memiliki banyak fungsi di kawasan padat.
Pohon menghasilkan keteduhan.
Tanaman membantu menciptakan lingkungan mikro yang lebih nyaman.
Tanah dan vegetasi juga memungkinkan sebagian air hujan meresap ke dalam permukaan daripada langsung mengalir ke saluran drainase.
Dalam kota padat seperti Barcelona, penambahan ruang hijau di koridor jalan menjadi sangat penting karena lahan untuk membangun taman baru sangat terbatas.
Sekitar 400 Pohon Baru
Sekitar 400 pohon baru juga ditambahkan sebagai bagian dari transformasi kawasan.
Pohon bukan sekadar elemen estetika.
Kanopi pohon dapat membantu mengurangi radiasi matahari langsung ke permukaan jalan.
Melalui proses evapotranspirasi, vegetasi juga dapat membantu menurunkan temperatur lokal.
Selain itu, pohon menyediakan ruang hidup bagi burung, serangga, dan organisme lain.
Jika dirancang sebagai jaringan, jalan hijau bahkan dapat berfungsi sebagai koridor ekologis di tengah kota.
Permukaan Permeabel Naik dari 1 Menjadi 15 Persen
Salah satu perubahan yang mungkin tidak terlalu terlihat, tetapi sangat penting, adalah peningkatan penggunaan permukaan permeabel.
Sebelum transformasi, sekitar 1 persen permukaan disebut mampu menyerap air.
Setelah penataan, proporsinya meningkat menjadi sekitar 15 persen.
Perubahan ini sangat relevan ketika kota menghadapi hujan ekstrem.
Aspal dan beton membuat air mengalir dengan cepat ke saluran drainase.
Jika kapasitas drainase tidak cukup, genangan dan banjir dapat muncul.
Permukaan permeabel membantu air meresap lebih dekat ke tempat hujan turun.
Jalan Bisa Menjadi Bagian dari Sistem Drainase
Pendekatan ini mencerminkan prinsip sustainable urban drainage system.
Alih-alih mengandalkan pipa dan saluran beton untuk membuang air secepat mungkin, kota berusaha menahan, menyerap, dan memperlambat aliran air.
Ruang hijau, taman hujan, tanah permeabel, dan pohon dapat menjadi bagian dari sistem tersebut.
Dengan kata lain, jalan tidak lagi hanya mengalirkan kendaraan.
Jalan juga dapat membantu mengelola air hujan.
Suhu Permukaan Bisa Lebih Rendah
Transformasi ruang jalan juga dilaporkan memberikan dampak terhadap suhu permukaan.
Pada musim panas, suhu permukaan di kawasan yang telah ditata disebut dapat turun sekitar 5 derajat Celsius.
Penurunan ini sangat penting di tengah meningkatnya risiko gelombang panas perkotaan.
Kota cenderung lebih panas dibandingkan kawasan sekitarnya akibat fenomena urban heat island.
Aspal, beton, dan bangunan menyerap panas pada siang hari kemudian melepaskannya kembali.
Menambah vegetasi dan mengurangi permukaan keras merupakan salah satu cara untuk mengurangi efek tersebut.
Infrastruktur Bisa Melakukan Banyak Pekerjaan Sekaligus
Pelajaran terbesar dari proyek Barcelona bukan sekadar bahwa aspal dapat diganti dengan pohon.
Yang lebih penting adalah perubahan cara memandang infrastruktur.
Sebuah jalan yang dirancang dengan baik dapat melakukan banyak pekerjaan sekaligus:
- menghubungkan orang,
- menyediakan ruang berjalan,
- mendukung bersepeda,
- memberikan keteduhan,
- menyerap air hujan,
- mengurangi panas,
- menyediakan habitat,
- sekaligus menjadi ruang sosial.
Pendekatan seperti ini membuat investasi infrastruktur memiliki manfaat yang jauh lebih luas.
Kota Tidak Harus Memilih antara Mobilitas dan Lingkungan
Salah satu kekhawatiran dalam transformasi jalan adalah bahwa penghijauan berarti mengorbankan mobilitas.
Padahal tujuan utama desain baru bukan menghentikan pergerakan.
Yang berubah adalah prioritasnya.
Transportasi publik, berjalan kaki, bersepeda, kendaraan logistik, dan akses darurat tetap harus berfungsi.
Namun ruang kota tidak harus didominasi oleh kendaraan pribadi.
Ketika berbagai moda transportasi diseimbangkan, jalan dapat melayani lebih banyak kebutuhan masyarakat.
Superblock Juga Berkaitan dengan Kesehatan
Lingkungan yang nyaman untuk berjalan dapat mendorong aktivitas fisik.
Berkurangnya lalu lintas di beberapa area juga dapat membantu mengurangi kebisingan dan paparan polusi lokal.
Sementara ruang hijau dapat memberikan manfaat psikologis.
Karena itu, transformasi jalan tidak hanya menjadi kebijakan transportasi atau lingkungan.
Ia juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Biodiversitas Bisa Kembali ke Jalan Kota
Ruang hijau yang terhubung dapat memberikan habitat bagi berbagai spesies.
Tanaman berbunga dapat membantu serangga penyerbuk.
Pepohonan menjadi tempat singgah bagi burung.
Tanah yang lebih alami mendukung organisme kecil.
Walaupun tidak dapat menggantikan ekosistem alami, jaringan ruang hijau perkotaan dapat membantu meningkatkan biodiversitas lokal.
Konsep yang Relevan untuk Kota Padat
Salah satu alasan model Barcelona menarik adalah karena proyek ini dilakukan di kawasan yang sudah terbangun.
Kota tidak harus menunggu pembangunan kawasan baru.
Jalan yang sudah ada dapat didesain ulang.
Area parkir dapat dikurangi.
Persimpangan dapat menjadi plaza.
Trotoar dapat diperluas.
Vegetasi dapat dimasukkan ke dalam koridor jalan.
Pendekatan semacam ini sangat relevan bagi kota padat yang tidak memiliki banyak lahan kosong.
Masa Depan Jalan Kota Bukan Hanya Soal Lalu Lintas
Selama ini, keberhasilan sebuah jalan sering diukur dari berapa banyak kendaraan yang dapat melewatinya.
Namun kota yang menghadapi perubahan iklim membutuhkan ukuran yang lebih luas.
Berapa banyak air yang dapat diserap?
Berapa besar suhu yang dapat dikurangi?
Berapa banyak pohon yang dapat ditanam?
Seberapa nyaman orang berjalan?
Berapa banyak ruang yang dapat digunakan masyarakat?
Dan mungkin pertanyaan paling menarik:
berapa banyak kehidupan yang dapat didukung sebuah jalan?
Barcelona memperlihatkan bahwa jalan kota tidak harus menjadi ruang keras yang bekerja melawan alam.
Dengan desain yang tepat, jalan dapat menjadi bagian dari solusi iklim, biodiversitas, kesehatan, dan kehidupan sosial sekaligus.
Masa depan desain perkotaan bukan sekadar membuat jalan bergerak lebih cepat.
Tetapi membuat jalan bekerja lebih banyak untuk manusia, alam, dan ketahanan kota.
https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:share:7504796666802245632




