Maharaksa Biru (OASA) Bangun PLTSa Senilai Rp 2,6 Triliun di Tangsel

PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) akan memacu bisnis waste to energy dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tangerang Selatan. Proyek ini akan dikerjakan melalui konsorsium anak usahanya, PT Indoplas Energi Hijau, dengan mitra dari China, China Tianying Inc (CNTY).
Rencana dan Target Proyek PLTSa Cipeucang
Proyek yang telah memenangkan lelang ini ditargetkan melakukan ground-breaking pada akhir 2025, dengan pembangunan dimulai awal 2026. Konstruksi diperkirakan memakan waktu tiga tahun, sehingga PLTSa ini dijadwalkan beroperasi pada 2028. Fasilitas ini akan mengolah 1.100 ton sampah per hari (1.000 ton sampah baru dan 100 ton sampah lama) dari TPA Cipeucang menggunakan teknologi Moving Grate Incinerator (MGI) yang diklaim memenuhi standar internasional sebagai green energy tanpa menimbulkan gangguan asap dan bau.
Kapasitas dan Pembiayaan
PLTSa Cipeucang akan memiliki kapasitas produksi listrik sebesar 25 Megawatt (MW), di mana 20 MW akan dijual ke PLN. Total investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp 2,6 triliun dan akan dibiayai dengan skema project financing yang melibatkan pinjaman dari konsorsium bank luar negeri dan dalam negeri. OASA akan memegang kepemilikan mayoritas (di atas 60%) dalam perusahaan patungan yang dibentuk.
Ekspansi ke Depan
Tidak hanya di Tangerang Selatan, OASA juga berencana membangun PLTSa di Jakarta Timur dengan mitra dari Jerman, yang membutuhkan investasi diperkirakan di atas Rp 6 triliun. Ke depannya, perusahaan akan menjajaki pembangunan PLTSa di kota-kota besar lainnya seperti Semarang, Medan, dan Bogor. Kedua proyek PLTSa (Tangsel dan Jakarta) diproyeksikan dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp 1,5 triliun per tahun mulai 2029.
Sumber Berita:
https://www.msn.com/id-id/berita/other/maharaksa-biru-oasa-bangun-pltsa-senilai-rp-2-6-triliun-di-tangsel/
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




