Berita

Perhutani dalam kolaborasi 21 BUMN resmikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) hutan cikole

Perum Perhutani bersama 20 BUMN lainnya meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Cikole. Program ini merupakan bentuk nyata Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk mengelola sampah di kawasan wisata Cikole sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk:

  • Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN, Faturochman,
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum Perhutani, Sandy Muchlisin,
  • Perwakilan dari 21 BUMN kolaborator,
  • Dinas Lingkungan Hidup,
  • Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Paparan mengenai potensi dan manfaat TPST dalam acara ini, PT Bentala Consulting menjelaskan bahwa kawasan wisata Cikole menghasilkan sekitar 1.550 ton sampah per tahun, setara dengan potensi 600 ton emisi CO2 ekuivalen. Dengan adanya TPST, potensi emisi CO2 dapat direduksi hingga 650 ton per tahun.

Pernyataan dari para pemimpin dalam sambutannya, Faturochman menyoroti pentingnya pengelolaan sampah di kawasan wisata. “Sampah di kawasan wisata merupakan masalah yang harus segera diatasi. Dengan TPST, diharapkan dapat menjadi solusi penampungan sampah harian di wilayah Cikole,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa BUMN memiliki komitmen kuat terhadap keberlanjutan melalui implementasi ESG (Environmental, Social, Governance) dengan pendekatan 5P: Profit, People, Prosperity, Peace, dan Partnership.

Sementara itu, Sandy Muchlisin menyampaikan bahwa TPST ini adalah bentuk tanggung jawab Perum Perhutani dan BUMN lainnya terhadap lingkungan dan masyarakat. “Harapan kami, TPST ini tidak hanya mengelola sampah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat,” jelasnya.

21 BUMN Kolaborator Program TPST

Program ini melibatkan berbagai BUMN, yaitu:

  1. Perum Perhutani
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  5. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
  6. PT Pegadaian
  7. PT Perkebunan Nusantara IV
  8. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) (IFG)
  9. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
  10. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
  11. PT Jasa Raharja
  12. Perum LPPNPI
  13. PT Hutama Karya (Persero)
  14. PT Taspen (Persero)
  15. PT Angkasa Pura II
  16. PT Jaminan Kredit Indonesia
  17. PT Perkebunan Nusantara Indonesia III (Persero)
  18. PT Asuransi Jasa Indonesia
  19. Perum Bulog
  20. PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
  21. PT Brantas Abipraya (Persero)

Fasilitas dan Produk Ramah Lingkungan

TPST Cikole terdiri dari beberapa ruangan yang meliputi:

  • Ruang penampungan sampah,
  • Ruang pengolahan sampah. Sampah yang dikelola akan diolah menjadi berbagai produk ramah lingkungan, seperti:
  • Pupuk organik,
  • Ecoenzim,
  • Plastik press,
  • Brick,
  • Papan serbaguna. Produk-produk ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat atau digunakan sebagai sarana dan prasarana di kawasan wisata Cikole.

Manajemen Operasional

Operasional TPST Cikole akan dikelola oleh Satgas Lembang Bersih dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat. Pengelolaan ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar, komunitas lokal, pengelola wisata, dan pemerhati lingkungan.

Program TPST ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan kolaborasi ini, Perhutani dan BUMN lainnya menunjukkan komitmen mereka dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mendukung keberlanjutan di Indonesia.

sumber :

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO