Kehadiran RDF plant jakarta bikin warga kompleks mewah JGC tak bisa hidup tenang

Jakarta Garden City (JGC), kawasan perumahan mewah di Cakung Timur, Jakarta Timur, kini menghadapi tantangan baru yang mengganggu kenyamanan warganya. Wahyu Andre, seorang penghuni sekaligus Pengurus RT 18 RW 14 di JGC, mengungkapkan ketidaknyamanannya akibat bau menyengat yang berasal dari Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Jakarta. Kompleks ini yang awalnya dibeli untuk investasi dan kenyamanan kini menghadapi kendala yang berpotensi menurunkan nilai properti dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
Perubahan Lingkungan yang Mengganggu
Wahyu membeli rumah di JGC pada tahun 2018 dengan harapan mendapatkan tempat tinggal nyaman sekaligus investasi yang menguntungkan. Awalnya, kompleks ini menawarkan fasilitas lengkap dan lingkungan yang tenang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perasaan gusar mulai dirasakan oleh warga.
Dua peristiwa utama memicu keresahan warga JGC. Pertama, kedekatan lokasi perumahan dengan TPU Rorotan, yang menjadi tempat pemakaman massal jenazah Covid-19. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, Wahyu dan warga lain dapat memahami kondisi darurat yang melatarbelakanginya. Namun, yang lebih mengganggu bagi mereka adalah kehadiran RDF Plant Jakarta yang menghasilkan bau menyengat menyerupai pupuk kimia, terutama saat sore hingga malam hari.
Keluhan Masyarakat dan Respon Pihak Terkait
RDF Plant Jakarta adalah proyek pemerintah yang bertujuan untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif. Proyek ini diklaim dapat mengolah hingga 2.500 ton sampah per hari dan menghasilkan sekitar 875 ton bahan bakar alternatif yang akan didistribusikan ke industri semen dan pembangkit listrik.
Namun, masyarakat sekitar tidak dilibatkan dalam proses perencanaan proyek ini, sehingga banyak yang merasa dirugikan. Wahyu dan warga lainnya telah mengeluhkan bau menyengat yang muncul dari cerobong asap RDF Plant Jakarta. Percakapan dalam grup WhatsApp warga JGC pun kerap menyoroti masalah ini, terutama terkait dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Pihak manajemen JGC sendiri belum bisa memberikan solusi karena RDF Plant Jakarta merupakan proyek pemerintah. Wahyu menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan apakah emisi dari RDF Plant tersebut telah memenuhi standar kesehatan lingkungan.
Investigasi Lapangan dan Konfirmasi Pemerintah
Hasil peninjauan di lapangan oleh Tempo menunjukkan bahwa bau menyengat seperti pupuk kimia memang tercium di kompleks JGC, terutama pada sore hari. Saat mendekati lokasi RDF Plant Jakarta, aroma semakin kuat, dan kabut putih terlihat keluar dari cerobong asap fasilitas tersebut.
Penjabat Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi, telah meninjau RDF Plant Jakarta pada awal tahun 2025. Ia menegaskan bahwa pengolahan sampah ini sangat penting bagi Jakarta, dan peresmian fasilitas ini dijadwalkan pada 15 Februari 2025. Tempo telah mencoba mengonfirmasi keluhan warga kepada Teguh, namun hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi.
Tantangan dan Harapan Warga
Meskipun RDF Plant Jakarta bertujuan mengatasi permasalahan sampah dengan teknologi modern, dampak lingkungan dan sosialnya masih menjadi persoalan bagi warga sekitar. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan solusi atas masalah bau yang ditimbulkan serta memastikan bahwa fasilitas ini beroperasi sesuai standar kesehatan dan lingkungan yang ketat.
Sebagai proyek strategis, RDF Plant Jakarta berpotensi menjadi model pengolahan sampah yang berkelanjutan di ibu kota. Namun, keberhasilannya tidak hanya diukur dari kapasitas pengolahannya, tetapi juga dari bagaimana proyek ini dapat berjalan seiring dengan kenyamanan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
sumber :
Kehadiran RDF Plant Jakarta Bikin Warga Kompleks Mewah JGC Tak Bisa Hidup Tenang
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




