Berita

Padang Genjot Perang Melawan Sampah: Tambah 170 ‘Bentor’ dan Kejar Teknologi RDF untuk Wujudkan Zero Waste

Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, memperkuat komitmennya mewujudkan program ambisius Padang Goes To Zero Waste dengan dua strategi utama: memberdayakan masyarakat lewat armada baru dan mempersiapkan teknologi pengolahan sampah berkelas dunia. Langkah konkret ini ditandai dengan penyerahan 170 unit becak motor (bentor) baru kepada Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara simbolis menyerahkan kunci bentor tersebut. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa penambahan armada ini merupakan bagian dari visi pemerintah untuk menggerakkan seluruh potensi masyarakat.

“Hari ini, 170 unit becak motor resmi kami bagikan kepada LPS. Dengan tambahan ini, artinya Kota Padang kini telah memiliki total 480 unit bentor yang tersebar di berbagai titik. Ini bukan sekadar bantuan alat, melainkan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah dari tingkat paling dasar,” tegas Fadly.

Mengejar Target 100% Sampah Terpungut

Fadly menjelaskan, kehadiran bentor-bentor anyar ini memiliki misi strategis: memastikan tidak ada lagi sampah residu yang tertinggal di lingkungan dan menjadi sumber masalah. Armada ini diharapkan dapat menjangkau gang-gang sempit yang tidak bisa dilalui kendaraan sampah besar.

“Target kami jelas. Kita ingin mendekati 100 persen sampah di Kota Padang ini terpungut. Tidak ada yang terlewat. Pemungutan yang menyeluruh adalah langkah pertama yang krusial sebelum kita mengolahnya,” ujar Fadly.

Beyond TPA: Dari Sampah Jadi Rupiah

Namun, memungut sampah saja tidak cukup. Pemkot Padang memiliki agenda yang lebih progresif: memastikan sampah yang terkumpul tidak berakhir begitu saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pemerintah mendorong agar sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis.

“Upaya kami adalah bagaimana agar sampah yang diolah bisa bernilai bagi ekonomi masyarakat. Ini adalah prinsip dari ekonomi sirkular yang kita usung,” tambahnya.

Sebagai tulang punggung gerakan ini, peran bank sampah terus dimaksimalkan untuk mengurai dan memanfaatkan limbah rumah tangga yang masih memiliki nilai jual.

Teknologi Masa Depan: Serius Garap RDF

Sambil memperkuat gerakan berbasis masyarakat, Pemkot Padang juga tidak menutup mata terhadap solusi teknologi. Fadly mengungkapkan bahwa pemerintahnya masih dalam komunikasi intensif dengan investor dari Jepang dan Jakarta untuk mengembangkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

RDF adalah teknologi yang mengubah sampah, terutama sampah plastik dan organik, menjadi bahan bakar alternatif (fuel) yang dapat digunakan untuk industri seperti pabrik semen.

“Saya sudah meminta dinas terkait untuk mempercepat kajian teknis dan lingkungan penerapan RDF di Padang. Ini adalah langkah besar untuk penanganan sampah yang berkelanjutan,” papar Wali Kota.

Berdasarkan kajian sementara, potensi penerapan RDF di Padang sangat besar. Diperkirakan terdapat 200 ton sampah plastik per hari yang dapat diolah dengan metode ini. Angka ini bukan hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga membuka potensi ekonomi yang sangat signifikan jika ditangani dengan cara yang tepat.

Dengan kombinasi strategi pemberdayaan masyarakat (bottom-up) dan penerapan teknologi modern (top-down), Padang menunjukkan keseriusannya untuk bertransformasi menjadi kota yang bersih, hijau, dan bebas dari timbunan sampah.

Sumber Artikel:
https://www.antaranews.com/berita/5050621/padang-tambah-bentor-dan-seriusi-teknologi-rdf-capai-kota-bebas-sampah

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO