Berita

Papua Selatan Membara: Episentrum Baru Karhutla di Balik Proyek Jalan 135 Km

Papua Selatan (Papsel) kini telah bergeser menjadi episentrum baru kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tingkat nasional, sebuah tragedi ekologis yang diperparah oleh aktivitas pembukaan lahan untuk proyek pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer.

Jejak Api di Jalur Infrastruktur

Hasil pantauan lapangan menunjukkan pola yang sangat meresahkan: titik-titik panas dan kobaran api terkonsentrasi secara masif tepat di sepanjang koridor proyek jalan 135 km tersebut. Alih-alih menggunakan metode pembukaan lahan yang bertanggung jawab, pembakaran seolah dijadikan jalan pintas yang cepat. Hutan-hutan primer yang menjadi benteng keanekaragaman hayati Papua kini harus tumbang menjadi arang. Asap pekat yang dihasilkan tidak hanya menyesakkan napas warga lokal, tetapi juga menyumbang emisi karbon raksasa yang memperparah laju krisis iklim global.

Proses Hukum yang Diabaikan

Tragedi lingkungan ini menjadi semakin ironis mengingat proyek jalan tersebut saat ini sedang menghadapi gugatan hukum yang serius dari pemerhati lingkungan. Secara logika, sebuah proyek yang sedang disengketakan karena potensi dampak lingkungan yang destruktif seharusnya ditangguhkan sementara waktu. Sayangnya, realitas di lapangan menunjukkan alat berat terus merangsek masuk, membongkar vegetasi, sementara api terus dibiarkan menyala. Aktivitas perusakan ini berjalan tanpa hambatan, seolah status sengketa hukum sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan laju deforestasi.

Berhenti Menormalisasi Kerusakan

Sebagian kawan-kawan di Papsel mungkin mulai menganggap pemandangan asap dan ekskavator ini sebagai “barang jalan biasa” atau rutinitas pembangunan yang wajar. Kita harus dengan tegas menolak narasi tersebut. Menghancurkan ekosistem unik Papua, menghilangkan habitat satwa endemik, dan merampas hak masyarakat atas ruang hidup yang sehat bukanlah hal yang biasa. Ini adalah krisis ekologis yang nyata.

Bumi Cenderawasih tidak boleh dikorbankan demi dalih pembangunan infrastruktur yang abai terhadap aspek keberlanjutan. Praktik pembakaran lahan berkedok pembangunan ini harus dihentikan sekarang juga sebelum kerusakan ekosistem yang terjadi menjadi permanen dan tidak bisa dipulihkan.

https://www.instagram.com/p/DcsCcZomYdH/?img_index=1

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO